Cara Membicarakan Kelemahan Anda Dalam Wawancara Kerja

Cara Membicarakan Kelemahan Anda Dalam Wawancara Kerja

Kita semua memiliki kelemahan, tetapi apa yang harus Anda katakan ketika pewawancara bertanya tentang kelemahan Anda dalam wawancara kerja? Anda tidak boleh hanya memberi tahu mereka sesuatu yang umum seperti “Saya terlalu keras pada diri saya sendiri.” Jawaban itu sangat klise! Pada saat yang sama, Anda ingin jujur. Mencari tahu apa kelemahan Anda sebelum melakukan wawancara bisa jadi menakutkan. Namun, Anda tidak harus menyensor diri Anda sepenuhnya!

Artikel ini akan memberikan perincian eksklusif untuk menjawab pertanyaan wawancara kelemahan terbesar Anda saat mencari pekerjaan impian Anda.

Bagaimana Menjawab Apa Kelemahan Terbesar Anda

Ketika berbicara tentang kelemahan Anda, cobalah untuk fokus pada contoh spesifik tentang bagaimana Anda telah meningkat. Ini memberi tahu pewawancara bahwa itu adalah sesuatu yang Anda coba kerjakan dan menunjukkan kepada mereka bahwa ini adalah area di mana mereka dapat membantu melatih Anda daripada sekadar kotak lain untuk ‘kelemahan’ – kelemahan terbesar saya adalah kecenderungan saya untuk terlalu sederhana ketika saya baik dalam pekerjaan saya.

bagaimana menjawab apa kelemahanmu?

Apakah Anda tahu kelemahan Anda?

Pastikan untuk tidak menggeneralisasi dengan mengatakan, “Saya seorang perfeksionis.” Ini tidak memberi tahu majikan apa pun selain apa yang sudah diketahui semua orang, jadi jangan repot-repot menyebutkannya sama sekali! Alih-alih, pikirkan bagaimana perfeksionisme Anda membantu Anda melakukan pekerjaan dengan baik atau mengapa berorientasi pada detail itu penting di bidang Anda. Perfeksionisme adalah kelemahan terbesar saya. Saya seorang perfeksionis, dan terkadang hal itu menahan saya untuk menyelesaikan sesuatu tepat waktu karena standar saya sangat tinggi.

Penting juga untuk tidak menyebutkan tanda bahaya besar seperti penggunaan narkoba atau penggelapan – kelemahan terbesar saya adalah komunikasi; kadang-kadang, ide-ide saya dianggap terlalu blak-blakan, dan orang-orang tidak mengerti apa yang saya coba katakan.

Jika Anda merasa sulit untuk menyusun jawaban, cobalah fokus pada sesuatu yang tidak terkait dengan pekerjaan, seperti mengatakan bahwa Anda buruk dalam berbicara di depan umum atau membenci matematika – kelemahan saya adalah hal-hal yang tidak terkait dengan pekerjaan yang saya wawancarai.

1. Pertama-tama, jangan mencoba menyembunyikan kelemahan Anda. Kejujuran adalah kunci dalam sebuah wawancara, jadi jujurlah tentang apa yang tidak Anda kuasai.

2. Jika Anda merasa perlu untuk membohongi atau menutupi setiap kelemahan Anda, maka jangan repot-repot mencari pekerjaan ini terlebih dahulu – karena setiap kandidat yang berhasil perlu menunjukkan kesadaran diri dan bersedia menerima kritik yang membangun untuk memperbaiki diri. .

3. Kedua, bingkai kelemahan Anda secara positif. Misalnya, “Saya tidak pandai dalam angka, tetapi saya sangat baik dalam memecahkan masalah.” atau “Saya terkadang kesulitan mengatur waktu, tetapi selalu berhasil menyelesaikan pekerjaan.”

4. Terakhir, bersiaplah untuk memberikan contoh spesifik saat Anda bergumul dengan kelemahan Anda. Ini akan membantu pewawancara Anda memahami bagaimana Anda menangani situasi sulit.

Contoh Jawaban “Apa Kelemahan Terbesar Anda”

Salah satu pertanyaan wawancara yang paling umum adalah, “Apa kelemahan terbesar Anda?” Berikut adalah beberapa contoh jawaban yang akan membantu Anda menonjol:

“Saya seorang perfeksionis, dan saya selalu ingin semuanya menjadi benar.”

“Terkadang, saya bekerja sangat keras pada sebuah proyek sehingga saya tidak meluangkan waktu untuk diri saya sendiri.”

“Saya gugup dalam situasi sosial.”

“Saya memiliki banyak energi, dan terkadang sulit untuk menenangkan saya.”

“Aku sedikit malu.”

“Saya menjadi tidak sabar ketika saya harus mengantri atau seseorang melakukan sesuatu dengan lambat.”

“Saya merasa sulit untuk mengatakan tidak kepada orang-orang.”

“Saya punya banyak ide, dan tidak mudah untuk fokus hanya pada satu.”

“Saya terkadang mengambil terlalu banyak pekerjaan.”

“Saya sangat bersemangat, dan terkadang emosi saya menguasai diri saya.”

“MENEMUKAN KATA YANG TEPAT TIDAK MUDAH ketika saya harus berbicara di depan orang banyak.”

Intinya

Kesimpulannya, ketika mendiskusikan kelemahan Anda dalam wawancara kerja, penting untuk jujur ​​sambil memberikan hal positif. Anda ingin menunjukkan bahwa Anda menyadari kekurangan Anda dan memperbaikinya. Selain itu, bersiaplah untuk menawarkan beberapa solusi atau cara di mana Anda dapat mengurangi dampak dari kelemahan ini jika dipekerjakan. Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat merasa percaya diri dalam mendiskusikan kelemahan Anda dan dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Info